Rabu

Musyrik, Syirik, dan Tauhid Adalah

Saya menulis ini karena inspirasi dari banyak perdebatan di forum tetangga sehubungan dengan kabar mbah marijan meninggal dunia itu , yaitu mereka menyoroti perilaku ritual mbah maridjan dan masyarakat sana umumnya yang suka memberikan sesaji/sajen kepada gunung, pohon, laut..bahwa sebagian orang fanatik mengatakan itu adalah perilaku musyirik dalam pandangan Agama Islam, dan saya jawab belum tentu, bahwa kita tidak bisa menjustifikasi atau mengukur kadar keimanan seseorang , bisa-bisa malah menjadi fitnah atau suudzon..

Musyrik dan Syirik Secara Terminologi

Definisi "Musyrik" semua tahu secara simple adalah menyekutukan Allah Swt dengan apapun , atau antitesa dari Tauhid. Implementasi sehari-harinya , apapun perbuatan/amalan yang dilakukan bukan untuk memperoleh keridhaan Allah swt adalah syirik . Syirik adalah sebutan untuk dosanya, dan musyirk adalah sebutan untuk pelakunya . Dalam konteks ini artinya, dalam skala makro keimanan hanya ada 2 jenis orang, yaitu orang yang bertauhid atau yang musyirik , begitu juga dalam pengamalan sehari-harinya, hanya ada 2 jenis amal perbuatan, yaitu perbuatan yang ikhlas untuk memperoleh keridhaan Allah dan perbuatan yang syirik.

“Sesuai yang amat aku takuti yang akan menimpa kamu adalah Syirik kecil. Nabi ditanya tentang hal ini, mka beliau menjawab ialah riya”. (HR. Ahmad) [Riya, yaitu beramal bukan karena Allah, tapi karena ingin dipuji dan dilihat orang]

Ilustrasi:
1- Apakah perbuatan memberikan sesaji kepada gunung dan pohon-pohon adalah syirik?
2- Apakah memberikan sepiring pisang goreng kepada tetangga adalah syirik?
Jawaban dari kedua pertanyaan diatas, bisa iya bisa tidak , tergantung niat pelakunya, dan juri mutlaknya hanya Allah yang tahu . Jika ada orang asal tuduh bahwa orang lain melakukan perbuatan syirik, namanya suudzon, fitnah, asal jeplak (tm) dan sejenisnya..

Garis Pembatas Tauhid dan Kemusyrikan

- Apakah garis pembatas antara tauhid dan kemusyrikan, termasuk bentuknya yang teoretis dan praktis?
- Mana pandangan yang tauhid dan mana pandangan yang musyrik?
- Perbuatan seperti apa yang dapat disebut Tauhid praktis, dan yang dapat disebut kemusyrikan praktis?
- Apakah musyrik kalau mempercayai eksistensi apa pun selain Allah?
- Apakah Tauhid Zat-Nya menuntut kita untuk tidak mem­percayai eksistensi sesuatu dalam bentuk apa pun di samping Dia, yang bahkan bukan ciptaan-Nya (semacam monoisme ontologis).

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, maka statemen diawali dulu dengan pertanyaan "Apakah anda sungguh-sungguh beriman?"

Jika anda mengaku beriman maka konsekuensi logisnya harus mengakui bahwa segala ciptaan adalah pekerjaan Allah. Dan lanjutkan membaca...

Segala ciptaan adalah pekerjaan Allah Tidak dapat dipandang sebagai tandingan-Nya. Ciptaan Allah merupakan manifestasi kemahakuasaan-Nya. Mempercayai eksistensi suatu ciptaan sebagai sesuatu yang diciptakan oleh Allah, tidak bertentangan dengan tauhid. Akan tetapi justru melengkapi tauhid. Karena itu, garis pembatas antara tauhid dan kemusyrikan bukanlah ada atau tidak adanya sesuatu selain Allah.

Apakah mempercayai sebab-akibat segala ciptaan sama dengan kemusyrikan atau pluralitas pencipta?

Apakah mempercayai tauhid perbuatan Allah berarti kita juga menolak sistem sebab-akibat, dan berarti kita juga menganggap bahwa setiap akibat tentu penyebabnya adalah Allah langsung?

Sebagai contoh, apakah kita percaya bahwa api sama sekali tak punya peran dalam pembakaran, air sama sekali tak punya peran dalam menghilangkan dahaga, hujan sama sekali tak punya peran dalam menumbuhkan tanaman, dan obat sama sekali tak punya peran dalam penyembuhan, dan bahwa Allah langsung yang membakar, langsung yang menghilangkan dahaga, langsung yang menumbuhkan tanaman, dan langsung yang menyembuhkan penyakit? .

Jika seseorang biasa memakai topi di kepalanya bila dia mau menulis surat, maka tidak dapat dikatakan bahwa ada atau tak adanya topi mengakibatkan dia menulis surat. Yang jelas adalah bahwa dia tak suka menulis surat tanpa mengenakan topi di kepalanya. Menurut pandangan ini, seperti itulah karakter dan ada dan tidak adanya segala sesuatu yang disebut sebab dan faktor. Kalau kita mempercayai sebaliknya, berarti kita menganggap bahwa Allah ada sekutu-Nya dalam berbuat. Itulah pandangan kaum Asya'irah dan kaum Jabariah.

Jadi jelas bahwa mempercayai eksistensi sesuatu ciptaan tidaklah sama dengan mempercayai pluralitas Zat Tuhan, tetapi justru melengkapi kepercayaan akan keesaan Allah, maka mempercayai sistem sebab-akibat tidaklah sama dengan mempercayai pluralitas pencipta. Karena eksistensi segala ciptaan itu bukan dengan sendirinya, maka efektivitas mereka juga bergantung. Karena eksistensi dan efektivitas segala yang ada bergantung pada Allah, maka tak ada soal pluralitas pencipta.

Mempercayai sistem sebab-akibat sesungguhnya melengkapi kepercayaan akan kepenciptaan Allah. Tentu saja sama dengan kemusyrikan kalau kita percaya bahwa segala ciptaan ada sendiri, atau percaya bahwa hubungan antara Allah dan alam semesta adalah hubungan pabrikan dan produk. Mobil pada mulanya membutuhkan pabrikan agar mobil itu ada, namun setelah ada mobil itu berjalan sesuai dengan mekanismenya sendiri. Meskipun pabrikannya mati, mobil itu tetap dapat jalan. Kalau kita beranggapan bahwa hubungan faktor alamiah, seperti air, hujan, energi, panas, bumi, tumbuhan dan manusia dengan Allah seperti itu, seperti terkadang cenderung jadi pandangan kaum Mu'tazilah, maka pandangan seperti itu tentu saja membawa ke kemusyrikan.

referensi : http://www.al-shia.org

Mbah Maridjan Meninggal Dunia

foto mbah marijanKabar bahwa Mbah Maridjan meninggal dunia akibat gunung merapi meletus itu tentu sudah banyak yang dengar, Awalnya berita itu karena awalnya ditemukan sosok mayat orang tua mengenakan pakaian batik yang meninggal dalam posisi sujud dan di duga itu adalah Mbah Marijan ,

Sempat ada kabar bahwa tidak jauh dari rumahnya di Dusun Kinahrejo Kabupaten Sleman,Yogyakarta, sang juru kunci Gunung Merapi itu dikabarkan telah ditemukan selamat. Namun dalam kondisi lemas akibat terpapar luncuran awan panas atau yang dikenal warga wedhus gembel. Sementara belasan orang lainnya meninggal dunia dengan luka bakar di sekujur tubuh di dalam rumah Mbah Maridjan dan sekitar halaman rumah.

Dalam akun Twitter RadioElshinta yang diposting sekira pukul 02.20 WIB, Rabu (27/10/2010) ditulis, "Agus Wiyarto krabat Mbah Marijan: Tidak benar informasi Mbah Marijan ditemukan di lereng Merapi dgn kondisi lemas, slamat oleh relawan TNI."

Sebelumnya, dalam sejumlah pemberitaan media massa dilaporkan Mbah Marijan ditemukan dalam keadaan selamat dengan kondisi lemas. Komandan Pangkalan TNI AL Yogyakarta Kolonel Laut Aloysius Pramono menyebutkan juru kunci Gunung Merapi itu ditemukan dalam kondisi selamat oleh salah seorang anggota tim SAR.

Kepada okezone, Direktur Dompet Dhuafa Yogyakarta M Fauzi, yang mendapat inforamasi dari tim evakuasi, mengabarkan juru kunci Merapi ini selamat. Namun kondisinya lemas akibat terpapar awan panas. "Ditemukan lemas, tapi saya sendiri belum bertemu langsung," ujarnya.

Mengenai korban, tercatat 15 orang tewas. Terdiri dari 13 warga setempat dan dua orang yang telah teridentifikasi dr.Tutur, anggota TNI dan wartawan Vivanews Yuniawan. "Rata-rata korban luka bakar,"

Sosok Mbah Marijan, dibalik kesederhanaanya adalah tokoh yang menebarkan inspirasi dan motivasi kepada banyak orang, berikut sebuah kiriman email yang menceritakan tentang sosok beliau, yang awalnya si pengirim email juga beranggapan bahwa Mbah Maridjan telah meninggal dunia

Sebuah kiriman email
Mbah Maridjan

Siang itu saya tak terlalu antusias ketika seorang kawan mempersilahkan naik mobil menuju Gunung Merapi. Kejenuhan segera merambati hati. Setelah menderu-deru mendaki gunung, mobil yang saya tumpangi akhirnya berhenti di pelataran luas yang menampung beberapa rumah, pendopo dan masjid.

Saya menguntit rombongan menuju rumah yang terbuat dari kayu itu. Usai mengucapkan salam dan menyalami Mbah Maridjan, hati saya mendadak berbunga-bunga. Senyumnya yang ramah mendarat tepat di jantung. Spontan suasana hati saya riang gembira.

Tangannya yang kasar langsung menunjukkan bahwa dia adalah pemimpin yang mengisi hidupnya dengan kerja keras. Ada kesan kuat bahwa dia telah hidup dalam kerja keras dan keprihatinan panjang. Meski sudah berusia 83 tahun, badannya tetap tegap dengan dua kaki mantap yang menunjangnya.

Inilah sosok yang telah lama saya rindukan. Inilah pemimpin yang tanpa hingar-bingar memanifestasikan apa yang disebut dengan “kearifan lokal”. Tak berlebihan bila saya katakan bahwa Mbah Maridjan yang tinggal di lereng gunung itu telah menyadarkan saya tentang fakta yang selama ini kurang saya hayati. Bahwa budaya dan lingkungan tak menghalangi seseorang untuk menjadi pemimpin besar.

Lama saya menduga bahwa pemimpin itu harus berasal dari latar belakang tertentu. Tapi, semua dugaan itu spontan hilang ditelan oleh kehadiran Mbah Maridjan. Kini, saya sepenuhnya yakin bahwa pemimpin itu bisa berasal dari golongan dan latar belakang mana saja. Dan bahwa kemuliaan seorang pemimpin itu berasal dari akhlak dan kepribadiannya, bukan dari keturunan dan penampilan luarnya.

Sejauh yang dapat saya pahami, dengan segala kesederhanaannya, Mbah Maridjan telah menjelmakan sejumlah sifat pemimpin ideal: keberanian yang tidak mengandung kebencian; ketegasan yang tidak bercampur amarah; kerendahan hati yang bukan dari kepengecutan; keramahan yang tidak menjilat; kehati-hatian yang sejalan dengan akal sehat dan sebagainya.

Menurut saya, Mbah Maridjan telah melalui proses panjang menundukkan nafsu dengan membersihkan batinnya. Kenikmatan duniawi dan kekuasaan tak lagi mengganggunya, apalagi mencemarinya. Dan seperti layaknya manusia-manusia yang dekat dengan Allah, mudah saja baginya untuk menundukkan gunung sebesar Merapi dan meyakinkan warga yang dipimpinnya bahwa bencana tak bakal menimpa mereka.

Mbah Maridjan agaknya telah berupaya keras mengikuti jejak tokoh panutannya, Semar Badranaya, yang gambarnya terpampang di ruang tamunya. Mirip dengan Semar, Mbah Maridjan mencoba menjadi sarana manusia untuk kembali mendekatkan diri pada Allah. Banyak ucapannya yang mengaitkan bencana alam, terutama meletusnya Gunung Merapi, dengan peringatan Allah terhadap perilaku manusia.

Salah satu sikap Mbah Maridjan yang paling mengesankan saya ialah keinginan kuatnya untuk selalu tawaduk dan sadar akan batas-batas dirinya. Sifat ini terasa sekali dalam semua tutur kata dan tingkah lakunya. Jelas bahwa dia telah lama berupaya menjauhkan dirinya dari sifat sombong, tak tahu diri, dan melampaui batas yang dewasa ini sudah menjangkiti sebagian besar pemimpin kita.

Saat beberapa wartawan mencoba mengambil fotonya, dia berseloroh bahwa orang jelek sepertinya tak pantas difoto. Sambil menunjuk ke arah karikatur yang terpajang di atas lemari ruang tamunya, Mbah Maridjan menyatakan bahwa foto itu sering kali membuatnya semakin jelek, “mirip dengan gambar yang di sana itu.” Dia senantiasa berbicara dalam bahasa Jawa, lantaran menurutnya sendiri dia adalah orang kecil yang tak layak berbicara dalam bahasa Negara (baca: bahasa Indonesia).

Ada pengendalian yang kuat dalam dirinya untuk tidak terjebak oleh kenikmatan duniawi. Semua pendapatannya sebagai bintang iklan produk jamu langsung dia salurkan untuk perbaikan sarana dan prasarana umum. Sikap yang sama dia ulang kembali saat seorang perwakilan rombongan menyerahkan bantuan uang. Setelah berterima kasih, Mbah Maridjan sama sekali tidak memedulikan uang tersebut. Bahkan, begitu azan Magrib berkumandang, bungkusan berisi uang itu dia biarkan tergeletak di meja ruang tamu yang saat itu penuh sesak dengan orang.

Ada banyak hikmah yang dapat saya petik dari pertemuan dengan Mbah Maridjan. Tapi, satu hikmah yang segera menghunjam saya ialah fakta bahwa Allah niscaya meninggikan derajat siapa saja yang merendahkan dirinya. Ini janji yang pasti terjadi. Bagaimana tidak. Hampir semua tokoh nasional, mulai presiden sampai artis terkenal, plus sejumlah besar duta besar negara-negara Barat sudi berzigzag mendaki gunung guna mengunjunginya dan meminta nasihatnya. Duta Besar Jerman malah pernah menyampaikan undangan Walikota Munich kepada Mbah Maridjan untuk berkunjung. Tentu saja undangan itu ditolak Sang Mbah. Semua orang itu rupanya datang untuk mencari satu barang yang akhir-akhir ini semakin langka: perikemanusiaan. Dan sepertinya, mirip dengan yang saya alami sore hari itu, para pengunung bisa menemukannya pada Mbah Maridjan.

Akhirnya, jelas bahwa saya dan juga Mbah Maridjan tak ingin ada kultus terhadap individu. Tapi, saya ingin mengajak kita untuk melakukan kultus pada nilai2 kemanusiaan yang belakangan semakin senyap dari jiwa kita.

Sebuah email dari seoramg teman . . . . .

Selamat jalan mbah. Kepergianmu mengajarkan seni bertauladan kepada para pemimpin negeri ini. Mengajarkan tentang makna tanggungjawab dan makna kemanusiaan. Dan begitulah pemimpin seharusnya, bukan colong playu. . . .

Pun, kebergianmu adalah jalan kematian ala kekasih Tuhan. Kebergianmu mengajarkan kepada mereka yang menololkan jalan yang kau tempuh. . . .


Referensi:
okezone
Indonesia

Senin

Dunia dan kehidupan bersikap adil dan benar, maka selalulah optimis

Benarkah sesungguhnya segala kejadian di kolong langit ini adalah adil dan benar?

Jika dipandang dari persepsi semesta tentu saja jawabannya mutlak benar, bisa dibuktikan dengan melihat segala keteraturan dan kehebatan struktural yang menyusun seluruh isi alam berikut isinya yang bernama manusia..

Namun jika dipandang hanya dari persepsi manusia, maka umumnya manusia persepsinya bertolak tak jauh dari kebutuhan serta keinginan individualnya saja, sehingga menghasilkan sudut pandang yang sempit, atau bahasa kasarnya "bagaimana akan mengerti keenaran dan keadilan semesta, jika dirinya sendiri seutuhnya saja belum kenal"

miliki sikap hidup yang positif"Dunia bukan untuk anda, tapi anda untuk dunia" , itulah kalimat hakiki untuk mencapai berbagai arti kehidupan, seperti kepuasan, kesenangan, kebahagiaan, dll.

Jika anda berpendapat bahwa dunia akan memberikan cinta, uang dan kebahagiaan , maka saat semuanya itu tak anda miliki, bisa dibayangkan betapa meranannya hidup anda. Tapi jika anda berpendapat bahwa uang, cinta, dan kebahagiaan adalah mutlak tanggung-jawab anda, maka anda telah memiliki hidup ini, dan selanjutnya tinggal mengolahnya sesuai selera anda.

Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil, Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga. Sebuah contoh inspiratif, seperti yang diimplementasikan oleh Sang motivator yang luar biasa

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita.

Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.

Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Referensi : rendyanggara.wordpress.com

Rahasia dan cara memikat wanita idaman anda - ebook

ebook rahasia menaklukan wanitaRahasia jitu memikat wanita...woww...terdengar dahsyat sekali bukan...hehehe , Yah...ini tentang sebuah ebook bertema cinta lagi dan juga gratis, Saya sudah membaca sebagian isinya, dan menurut saya menarik, inspiratif, serta motivatif tentunya.

eBook dengan title "Cara Memikat Wanita Idaman Anda" ini dipersembahkan oleh pencinta-wanita.com dan ditulis oleh Ronald Frank berdasarkan riset ilmiah selama 6 Tahun. Nah, bukan main-main bukan ? , isinya berdasarkan kajian langsung dilapangan oleh si penulis.

Apakah isi ebook itu hanya didedikasikan serta berorientasi kepada kaum pria untuk menaklukan hati wanita saja..?

Menurut saya tidak, karena pada dasarnya emosi wanita dan pria tentang asmara, seksual, serta faktor kepuasan emosional berada pada arah dan jalur yang sama, tapi bergerak dengan irama yang berbeda, Contoh: jika seorang pria tertarik kepada wanita, mungkin akan sangat terobsesi bahkan sampai susah tidur terbayang akan si dia, begitu pula jika seorang wanita tertarik kepada seorang pria bisa mengalami kondisi yang sama, tapi bedanya, secara umum si pria akan bereaksi lebih agresif untuk mendapatkan si wanita idaman, sedangkan seorang wanita umumnya akan bereaksi lebih pasif, jadi tergila-gilanya sama hanya cara mengekspresikannya yang cenderung berbeda.

Seperti saya kutip berikut ini dari dalam ebook tersebut:

Banyak Wanita SUPER CANTIK yang saya kenal MENGORBANKAN UANG mereka, PEKERJAAN mereka dan Kehilangan banyak teman demi Pria yang sesungguhnya tidak pantas buat mereka. Pria yang justru tidak terlalu peduli dengan si Wanita bahkan tidak setia dan sering selingkuh. Anehnya, para Wanita ini dengan sabar dan setia mengurus dan memberikan segala macam KEBUTUHAN yang para pria tersebut butuhkan TANPA DIMINTA.

Nah dari kutipan di atas bisa dilihat bahwa ada pula para pria super tampan yang bisa mengorbankan uang dan pekerjaan demi wanita idamannya..

Oke silahkan di download: Download ebook Cara Memikat Wanita Idaman Anda

Ebook Motivasi dan Inspirasi - Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci

ebook tambahkan cinta dan kurangi benciIni sebuah ebook yang menarik, motivatif, inspiratif, dan gratis. Didalamnya berisi kumpulan motivasi, inspirasi, cerita bijak, renungan, kata-kata bijak, cerita unik yang menarik, kisah teladan, kisah sukses yang kesemuanya mengatas namakan cinta.

Ebook yang berjudul tambahkan cinta dan kurangi benci ini selain gratis juga kita diperbolehkan menyebarkan, mendistribusikan, bahkan dibolehkan menjual dengan harga berapapun dan keuntungannya silahkan diambil, dengan persyaratan tidak boleh melakukan perubahan pada isi ebook cinta tersebut.

Oke, silahkan di download ebok motivasi dan inspirasi cinta ini : Download Ebook Motivasi Cinta




Jumat

Ingin Maju (motivasi untuk meraih kemajuan dalam hidup)

motivasi untuk maju
Bergerak maju akan menjadi lebih mudah atau sangat mudah jika..:
1- Tidak ada rintangan di jalan yang dilalui...
2- Didukung berbagai sarana dan prasarana...
3- Arah dan tujuan telah diketahui dengan pasti..

Sebaliknya, bergerak maju akan menjadi lebih sulit atau sangat sulit jika..:
1- Ada rintangan di jalan yang dilalui...
2- Tidak didukung berbagai sarana dan prasarana...
3- Arah dan tujuan belum diketahui dengan pasti..

Masih ingin maju..? , langkah-langkah yang mesti dipersiapkan adalah..:
1- Tetapkan arah dan tujuan dengan sejelas-jelasnya
2- Persiapkan sarana dan prasarana semaksimal mungkin dan semampunya
3- Berjalanlah dan hadapi rintangan apapun yang menghadang...

Memutuskan mundur dari rintangan...? , berarti arah dan tujuan anda kurang kuat atau kurang jelas..., karena tidak ada harga mati untuk tujuan manusia yang paling mulia, yaitu pengabdian kepada hidup, kehidupan, dan Tuhan....

Mempermasalahkan sarana, prasarana, modal...? ,.... ada 1001 jenis makanan untuk membuat perut kenyang, ....ada 1001 cara untuk membunuh lawan, ... ada 1001cara untuk bertahan hidup , .....ada 1001 cara menyerang lawan ,.... ada 1001 jalan bagi orang berpikiran positif dan dinamis .......dan adapula 1001 alasan dan kambing hitam untuk dipersalahkan bagi orang berpikiran negatif, pesimis, pengeluh, dan cengeng.....

Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam, keadaan tetap bergerak, kita menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.

MASALAH adalah TANTANGAN untuk Maju

Bila kita menganggap masalah sebagai beban, kita mungkin akan menghindarinya. Bila kita menganggap masalah sebagai tantangan, kita mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat kita terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, kita melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.

Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses kita. Tanpa masalah, kita tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, kita tak akan menjadi seseorang yang sejati.

Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah kita raih, namun kegagalan yang telah kita hadapi, dan keberanian yang membuat kita tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi.

Apa yang kita raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang kita lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila kita yakin pada tujuan dan jalan kita, maka kita harus memiliki ketekunan untuk berusaha. Ketekunan adalah kemampuan kita untuk bertahan di tengah tekanan yang dan kesulitan. Jangan hanya berhenti pada langkah pertama!

Yang memisahkan kita dengan keberhasilan adalah msalah yang menantang. Disitulah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri kita adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Di balik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjauangan dan pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila kita terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, kita bisa lupa dari keharusan untuk berusaha. Namun bila kita terkagum pada ketegaran seseoarang dalam berusaha, kita akan menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan. Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu. Berusahalah terus!

Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan pencapaian kita. Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar, tetapi oleh orang yang memelihara momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi karya besar.

Apapun yang kita lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. kita perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan orang lain. Hanya bila kita melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun rela berkorban untuk keberhasilan kita.

Semua tindakan kita bagaikan bumerang yang akan kembali pada kita. Bila kita melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan kita. Namun, bila kita ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai kita. Renungkan bagaimana tindakan kita sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang kita lakukan.

Terkait : Api penyulut kata-kata motivasi agar menyalakan action

referensi sumber : rendyanggara.wordpress.com

Minggu

Kapan ML, Mikir, Ngomong, Bertindak, dan Mati

kapan mlSemua ada waktunya, ada porsinya, ada prosesnya, secara seimbang sesuai kodrat dan hukum-hukum alam yang telah tertetapkan. Keseimbangan adalah penting dan fundamental dalam segala aspek kehidupan , jika keseimbangan diabaikan manusia, maka hukum alam dan Tuhan yang akan berbicara.

Berikut sekedar opini ringan rasa humor, dan semoga enak dibaca, syukur bisa menginspirasi....

1. Kapan maennya

Alkisah dua muda mudi, sadin dan inem lagi di mabuk asmara, tergoda untuk melakukan ML.

Dan berikut gaya mereka dengan pantun2an dulu sebelum ML

Sadin: "sop sayur sop kacang, meking lop yuk yang."

Inem: "buah duren di kebun kacang, bawa durex ga. yang?"

Sadin: "buah delima buah duren, dua lima lebih keren."

Inem: " bawa kaca takut pecah, pake sutra pasti lebih aaahhhhhhhhh..."

Sadin: " buah durian buah lengkeng, ga usa pake skalian deh neng."

Inem : "mau ngemil buah kedondong, kalo hamil gimana dong?"

Sadin: "jangan ngemil buah kedondong, kalo hamil ya.... kutinggal pergi donk."

Inem: "buah duku buah langsat, kamu memang bangsat..!!!!"

Sadin: "Makan bolu, nikmat rasannya, ngomong mulu, kapan maennyaaa??"
sumber:kapan mainnya

2. Keseimbangan berpikir, bertindak, berbicara

Ngomong melulu kapan mainnya...
Diskusi melulu kapan actionnya...
Action melulu kapan ngobrolnya...
Ngobrol melulu kapan mikirnya..
Mikir melulu kapan bertindaknya....
Bertindak melulu kapan mengevaluasinya...
Mengevaluasi melulu kapan menerapkannya...
Bertindak atau menerapkan sesuatu emang ga pake mikir dan merencanakan dengan matang....
Mikir dan merencanakan melulu, kapan anunya..? ......kembali ke siklus awal... , Jawabanya ada dikepala orang dewasa

3.Misi dan Visi Global Hidup

Lalu kapan sesuatu itu akan terjadi ?, mungkin sebentar lagi, besok, atau lusa, tapi apakah pasti bisa terjadi, dan bahwa umur kita akan sampai pada masa itu? , belum pasti...

Lalu apa sesuatu yang pasti terjadi? , Kematian, mungkin sebentar lagi, besok, lusa,...dan itu pasti terjadi..

Idealnya, sebagai ekspresi sikap hidup yang positif dan dinamis, kita memang perlu mengupayakan secara maksimal pada suatu tujuan meskipun itu sifatnya belum pasti, tapi hendaknya tidak mengabaikan persiapan untuk menyambut sesuatu yang pasti (Kematian).

Mengingatkan pada hal kematian tidak mesti berarti suatu sugesti negatif yang berkonotasi pada sifat pesimis, pasif, atau putus asa (faktanya pun banyak orang yg tak bisa memegang semangat sampai akhir misi), tapi bisa sebagai sugesti positif dan dinamis agar mengisi hidup ini dengan hal-hal yang lebih bermanfaat lahir-bathin, dunia-akhirat.

Lalu kapan matinya? silahkan tanyakan langsung kepadaNYA

Jadi punya ide untuk melakukan sesuatu? (mudah-mudahan bukan untuk mati)