Minggu

MMKG (Menejemen Menurut Kesimpulan Gua) - Cerita Inspirasi

Hangatnya suasana kondisi sosial, politik, dan budaya negeri ini, ramainya perdebatan di forum-forum membuat saya mendapat inspirasi untuk menulis dongeng dibawah ini.

Di sebuah kantin kampus AIP (Akademi Ilmu Pelet dan Perdukunan) ,jurusan MMKG (Menejemen Menurut Kesimpulan Gua), 2 orang mahasiswa, Cempluk dan Godot, terlibat sebuah obrolan ngalor-ngidul dari ngobrol seputar bisnis online sampai ngobrol politik sampai suatu sa'at topik pembicaraan menyinggung masalah "Atheis" .

+Cempluk : dot, gw bingung kok ada beberapa pendapat bahwa film 2012 adalah product orang2 Atheis yg bisa merusak akidah umat islam, lha apa hubunganya..? , Menurut kesimpulan gua film itu adalah justru bentuk hitung-hitungan ilmian yg mendidik dan menambah pengetahuan, bukan propaganda, sedangkan makna Atheis adalah nggak mengakui adanya Tuhan, bukankah itu namanya "jaka sembung bawa goglok"

-Godot :Gw setuju pendapat lo , pluk. tapi arti Atheis itu menurut kesimpulan gua bukan tidak mengakui adanya Tuhan, tapi nggak mengakui dan memiliki Agama

+Cempluk : weleh, lha itu kan sama aja, dot.., tidak memiliki agama, ya berati nggak mengakui Tuhan , menurut kesimpulan gua cara berfikir lu nggak logis.

-Godot :buseet.. menurut kesimpulan gua justru elo, yg cara pikirnya nggak logis + kuno, konsep Tuhan itu buat dia tetap ada tapi nggak di akui ,nih coba pahami sumber wikipedia , itu refernsi bagus, dari situ bisa dipahami makna Atheis itu sendiri relatif luas , makanya lo kalo berfikir pake landasan teori yg jelas, jangan asal nebak dan njeplak

+Cempluk :lhaaa..elo itu yang menurut kesimpulan gua kelewat kerdil bin sempit pola pikirnya, wikipedia itukan cuma sumber informasi publik yg nggak ada pertanggung jawaban ilmiahnya...gua juga bisa nulis di wikipedia ,sedangkan makna atheis adalah tidak ber-Tuhan dan ber-agama semua orang juga dahmengakui, tanya aja kesemua orang di kampus ini.

-Godot :jaaah... elo itu menurut kesimpulan gua emang kelewat kuno cara mikir-nya, di beri referensi ilmiah malah aku disuruh nanya sama orang2 kaya tukang gosip...parah lo, pluk , kayaknya percuma ngomong sama orang yg mikir pake dengkul kaya lo..

+Cempluk :Heii..kerbau ,Apaaa lo bilang, gua mikir pake dengkul..? nggak kebalik tuh , menurut kesimpulan gua justru lo yg lebih rendah dari dengkul gua.., elo tuh cuma nampak seperti orang pinter padahal cuma orang sok tau.

-Godot :..&**^())^^%######)((,,,..........

+Cempluk :...***..;.%$$$^(()__--@@##$%............

Mereka terus berdebat dengan panas dengan gaya "MKG" itu, sampai hampir berkelahi jika tidak dilerai oleh teman2 mereka. padahal sebelumnya mereka bersahabat akrab, dan sejak itu Cempluk dan Godot bermusuhan dan tak saling tegur sapa.

Menurut Kesimpulan Gua , mereka tidak memiliki keinginan untuk mencari kebenaran dari kata "Atheisme" , juga tidak berniat memutuskan persahabatan... tapi menurut kesimpulan gua, mereka hanya ingin di dengar, di mengerti,dan di akui

Ingin di dengar,dihargai, dan diakui pendapatnya adalah sesuatu yang manusiawi, maka bagi kita yg merasa memiliki kadar kedewasaan dan kebijakan lebih baik dalam memandang masalah, hendaknya bisa maklum jika menemukan bahasa-bahasa temperamental di dalam interaksi kita sehari-hari, karena belum tentu orang yang nampak bicaranya menyebalkan memiliki niat yg tak baik pada diri kita, bisa jadi hanya karena suatu permasalahan kehidupan yg tak mampu di kendalikannya, sehingga berfikir,berbicara, dan berbuat ngawur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar