Sabtu

Smart Ass - Sok Pintar (SmartAss)

Smart Ass artinya Sok Pintar atau smartass
Smart Ass atau sok pintar sepertinya memang sudah menjadi kebiasaan lumrah di Indonesia, sebagian orang menganggap hal biasa, namun sebenaranya ini merupakan suatu penyakit hati atau kebiasaan buruk bagi kita, bahkan penyakit kebiasaan ini malah sering kita anggap sebagai lelucon. Padahal, buat saya dan mungkin buat banyak orang hal itu adalah tidak baik, tidak sopan, atau kurang ajar

Smart-Ass sebagai lawakan
Penyakit "sok pintar" ini sering ditemukan dalam percakapan sebagai lelucon, yang menurut saya sebenarnya adalah merendahkan orang lain.

Contoh:
Si A secara serius bertanya, “Wah.., gue lagi flu nih, obat apa ya yang paling bagus..? , lalu Si B menjawab "Ya, obat flu lah, masa obat kuat...wakakakaka"

Contoh lain:
Si A berkata , "Cuaca dingin gini, enaknya minum apa ya..?" , Si B menjawab "Ya minum air, emang kamu mau minum oli"

Yah, 2 contoh diatas adalah yang saya sebut lelucon sok pintar, lelucon Indonesia banget. Pada contoh pertama, ketika Si A yang sedang sakit flu bertanya kepada si B , obat apa yang paling bagus. Dan Si B membuat lelucon yang isinya merendahkan si A seolah-olah si A terlalu goblok untuk tidak mengetahui bahwa obat sakit flu itu ya bukan obat kuat. Padahal kenyataannya, maksud yang ditanyakan oleh si A adalah obat flu apa yang paling bagus menurut pengalaman Si B. Lelucon ini bagi si B memang lucu, tapi bagi Si A pasti merasa direndahkan penalarannya

Lelucon model SmartAss ini kita tau sudah biasa ditemui, termasuk dilakukan oleh para pelawak di televisi, dan saya pikir smartass ini tidak mendidik, apalagi jika dicontoh anak-anak, yang mana bisa ditiru dan dijadikan kebiasaan anak untuk merendahkan orang lain. Buktinya, orang hanya berani membuat lelucon sok pintar seperti ini hanya terhadap orang yang dianggapnya lebih rendah. Coba kalau berani melakukan lelucon sok pintar ini kepada atasannya dikantor, atau kepada Patwal SBY, misalnya ketika Patwal SBY teriak "menepi ke kiri" , lalu jawab "memangnya ada menepi ke tengah pak" .

1 komentar:

  1. sebenarnya tergantung kita dalam menyikapi hal tersebut, karena tidak semua orang serius dalam suatu perbincangan apalagi yang menjadi lawan bicaranya adalah sobat/sohib kental. jadi hal lumrah bagi sebagian ornag. :)

    iwansky82.blogspot.com

    BalasHapus