Jumat

Orang hebat bikin internet sehat

Admin blogdetik mengadakan kontes blog dan menyuguhkan sebuah tema untuk didiskusikan atau diopinikan, yang berjudul "Internet Sehat Bikin Hebat" , tapi sayangnya saya tidak menemukan ujung-pangkal yang jelas dari argumen itu, seperti kriteria internet sehat itu seperti apa?, yang dimaksud bikin hebat itu, hebat apanya dan bagaimana? .

Dalam ranah argumentasi dan perdiskusian, Idealnya kan setiap pernyataan/statement mesti disertakan premis-premis (dasar-dasar argumen) pendukungnya, setidaknya sebatas sudut pandang personal dari pihak yang mengeluarkan pernyataan itu, sehingga audiens/pemirsa bisa mengolah argumen yang disodorkan secara "obyektif" berdasarkan hubungan logis antara pernyataan dan argumen-argumen pendukungnya . Nah, kalau cuma sebaris kalimat "Internet sehat bikin sehat" lalu dilemparkan keseluruh blogger Idnoensia untuk diopinikan berdasarkan pemikiran masing-masing, maka menurut saya hal itu kurang obyektif.

Pepatah mengatakan "Buruk muka, cermin dibelah"

Meski kurang jelas, tapi yang saya tangkap, untuk menggambarkan relevansi analogis dari pepatah "buruk muka cermin dibelah" dengan tema "internet sehat bikin hebat" kurang-lebih intinya bahwa, "Banyak perilaku negatif dalam masyarakat, dan mengkambing-hitamkan dunia internet sebagi biang kerok" . Jika demikian, saya tidak bisa melihat kebenarannya baik secara argumentatif dari nalar logis maupun secara norma, etika, dan budaya. Hal-hal negatif (atau positif) ada dimana-mana, ada di jalanan, di lampu merah, di mall-mall . Innternet hanyalah sesuatu yang pasif dan statis, tidak ada yang menyuruh orang membuka internet atau mengeklik suatu link di internet, maka buat saya sangat lucu bahwa, "manusia sebagai mahluk hebat yang aktif dan dinamis" malah menyalahkan benda diam dan pasif . Fakta lainnya banyak orang-orang yang bisa hidup berdampingan dengan dunia internet tanpa terpengaruh dampak negatifnya dan kebalikannya internet membuat kemajuan bagi hidupnya. Nah, kita si mahluk sempurna ini mau mengacu pada kelompok orang-orang yang positif hidup dengan internet atau mengacu kepada kelompok yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri dari pengaruh internet?

Konten negatif di Internet merusak generasi muda?

Sekarang jika sampai kepada mengkambing-hitamkan kolaborasi internet dan generasi muda. Jika demikian , dimana letak aspek tanggung-jawab generasi yang merasa tuda dan dewasa? . Apakah si generasi tua dan dewasa itu maunya happy ending dengan melihat dunia ini terkondisikan sebar beres ? . Saya sekeluarga dan beberapa rekan lain yang saya kenal, tidak ada masalah dengan apapun isi dunia internet, meskipun kami pemakai internet aktif sehari-hari.

Orang hebat yang bikin internet sehat

Sudah ribuan tahun sebelum internet lahir sudah banyak orang hebat, sudah banyak bangsa hebat, banyak budaya hebat . Buat saya, mendiskreditkan dan mengkambing-hitamkan apa yang ada di internet hanya menjatuhkan kredibilitas dan nilai-nilai luhur bangsa manusia sendiri , Lucu, menyalahkan budaya internet yang baru seumur cucu semut menetas itu, sama dengan analogi "punya anak nakal, menyalahkan keadaan lingkungan atau menyalahkan anak tetangga , padahal bisa jadi karena si orang tua tidak becus mendidik anak atau belum matang kedewasaaanya" .Kasian si kecil mungil internet itu fakta dan realitanya lebih banyak membangun ketimbang merusak, jadi menurut saya, pandanglah internet dengan pandangan yang arif dan bijak, bukan pandangan picik dan sinis .

"Orang hebat akan bikin internet jadi sehat"
"Internet sehat berarti karena banyak orang-orang hebat cara berfikirnya, internet sakit berarti karena banyak orang-orang lemah mental dan kepribadiannya"



3 komentar:

  1. mantap postingannya gan....
    salam kenal ya........
    check it out.. KUNJUNGI JUGA INI YA
    BLOG SAYA

    BalasHapus
  2. Info yang bagus !

    Barangkali informasi mengenai "Produktifitas Karyawan" berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Produktifitas Karyawan ?

    BalasHapus
  3. Anonim17.27

    Tergantung otaknya mau disimpan dimana,mau negatif atau positif tapi kita ambil manfaat positifnya sajalah.

    BalasHapus